Review Reply 1988 dan Pesan Agama Didalamnya

November 14, 2020


Sejak pandemi Covid-19 melanda, semakin banyak film, series, anime, dan drakor yang saya tonton. Saat sudah bingung mau menonton film/drama apa lagi, saya pun teringat pesan teman saya bahwa saya wajib mencoba menonton serial drama korea Reply 1988. 

Pada episode-episode awal saya belum merasa antusias akan drama ini dan cenderung merasa bosan. Namun setelah episode 2 saya baru merasakan dan paham alur cerita drama ini. Saya kasih nilai drama ini 9/10. 

Kenapa? Karena jujur, sampai saat ini Reply 1988 masih berbekas di hati saya walaupun sudah menontonnya beberapa bulan lalu.

Reply 1988 adalah serial televisi Korea Selatan tahun 2015 yang dibintangi oleh Lee Hyeri, Park Bo-gum, Ryu Jun-yeol, Go Kyung-pyo, dan Lee Dong-hwi. Drama ini adalah drama yang menghangatkan hati yang berlatar belakang pada tahun 1988, tentang lima keluarga yang hidup di lingkungan yang sama di Distrik Dobong, Seoul Utara.

Latar waktu di tahun 1988 tepatnya di daerah Ssangmundong, hidup lima orang sahabat, Deok-Sun (Hyeri), Jung-Hwan (Ryu Jun-Yeol), Sun-Woo (Ko Gyung-Pyo), Dong-Ryong (Lee Dong Hwi) dan Taek (Park Bo-Gum). 

Tak hanya kelimanya yang telah bersahabat dari kecil, keluarga mereka juga sangat dekat satu sama lain. Berbeda dengan keempat sahabatnya, Taek merupakan pemain baduk terkenal sehingga ia tidak bersekolah. Hal ini pula yang membuatnya tidak punya teman lain selain keempat sahabatnya tersebut.

Lima orang sahabat yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan ini memiliki karakter yang berbeda-beda. 

Deok-Sun yang tinggal di rumah sederhana semi basement dibawah rumah Jung-Hwan karena ekonomi keluarga. Deok-Sun merupakan tokoh yang paling periang dan ceria di drama ini. Jung-Hwan memiliki sifat yang lebih pendiam namun sangat mencintai sepak bola, Sun-Woo merupakan tipikal anak teladan yang tidak hanya cerdas di sekolah namun sangat berbakti di rumah, Dong-Ryong yang tidak pintar secara akademis namun karakter yang paling kocak selalu menghabiskan sebagian besar waktunya dengan keempat sahabatnya karena rumahnya sepi orangtuanya sibuk bekerja, dan terakhir Taek, yang jenius di bidang baduk dan merupakan atlit baduk terbaik Korea Selatan ia memiliki sifat pendiam dan polos.


Hal yang paling ditonjolkan dari drama ini adalah kisah persahabatan dan kekeluargaan. Kisah persahabatan yang terjalin antara lima remaja ini tidak hanya lucu namun realistis lewat pertengkaran kecil yang kerap terjadi namun sangat menghangatkan. Di drama ini juga terjadi cinta segitiga antara Deok-Sun, Junghwan, dan Taek. Penonton bertanya-tanya siapa yang akan menjadi suami Deok-Sun sejak episode awal, karena sejak episode awal sudah diperlihatkan Deok-Sun versi dewasa sedang mengobrol dengan suaminya namun wajahnya tidak diperlihatkan.

Walaupun berbeda zaman, persahabatan dekat mereka membawa kerinduan tersendiri terutama di saat-saat seperti ini, di mana kita tidak bisa berkumpul dulu dengan sahabat. Persahabatan para orang tua mereka juga tidak kalah menghibur. Persahabatan para orang tua ini sangat relate dengan apa yang terjadi di masyarakat saat ini. Mereka hidup sangat rukun dan selalu membantu tetangganya apabila ada tetangga yang sedang memiliki masalah dan kesulitan. Mereka sering berkumpul dan merumpi di siang hari ketika sedang membersihkan sayur. Mereka hidup rukun di gang Ssangmundong.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَ صْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."

(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)

Penjelasan:

Allah mengajarkan kita tuk hidup rukun dan berdamai dengan saudara atau pun tetangga sekitar rumah .

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)


Kisah kekeluargaannya, lebih banyak momen yang dijamin bakal membuat air mata mengalir. Ketika menonton serial ini anda pasti meneteskan air mata akibat kehangatan dan keharuan keluarga-keluarga di serial ini. 

Terutama dari kisah keluarga Deok-Sun. Ia selalu bertengkar dengan sang kakak Bora. Walaupun mereka betengar setiap hari dengan kakak-Nya tapi mereka saling menyayangi satu sama lain. Hubungan kakak adik ini sangat relate dengan kehidupan kita dirumah.

Ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarga Deok-Sun, ayahnya selalu tetap tegar dan riang gembira, dan ketika pulang kerja ia sering membawa oleh-oleh untuk dibawa ke rumah.

Kasih sayang merupakan sebuah gaya hidup bagi orang-orang yang menginginkan ketentraman dalam sebuah keluarga agar melahirkan suatu kesenjangan didalam keluarga.

Dan lahirnya yang seperti itu merupakan sebuah aspek yang dibutuhkan disetiap keluarga yang menginginkan keluarga yang penuh kasih sayang dan kebahagiaan, baik yang dibutuhkan oleh seorang laki-laki ataupun seorang perempuan. 

Telah menceritakan Ahmad bin Muni' Al-Baghdadi, telah menceritakan Isamil bin Ghulaiah, telah menceritakan kholid Al-hudza, dari Abi Kilabah, dari Aisyah R.A bersabda, Rasulallah SAW bersabda : 

"Sesungguhnya sebaik-baik  imanya seorang mu'min yaitu mereka yang baik perilakunya dan mereka yang mengasihi keluarganya." (HR. Sunan At-Tirmidzi)

Dan masih banyak lagi kesan yang bisa didapatkan setelah menonton Reply 1988 terlepas dari endingnya yang menurut saya masih kurang memukau.

Tapi over all, saya sangat puas dan sangat menikmatinya. Serial ini sangat bagus dari segi latar suasana tahun 80-an, penulisan, sinematografi, soundtrack, dan tentu akting para pemainnya.

Siapkan tisu, siapkan cemilan, siapkan waktu luang yang banyak, karena Reply 1988 siap mengguncang Anda.


Muhammad Yudha Septiana

1174020106

KPI-7-C

 


You Might Also Like

2 comments

  1. wah saya jadi terinspirasi ingin menonton nya. apakah ada di tvri?

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images

About Me